DESA || Iimf.biz.id - Bagi generasi kelahiran sekitar tahun 1984, masa kecil adalah potret kehidupan yang sederhana namun penuh kebahagiaan. Di masa itu, televisi berwarna belum dikenal luas di desa. Hiburan utama masyarakat masih didominasi televisi hitam putih, bahkan tidak semua rumah memilikinya. Kebersamaan menjadi kunci utama dalam menikmati tontonan yang terbatas.
Pada era tersebut, warga yang ingin menonton acara favorit harus berkumpul di rumah tetangga yang memiliki televisi. Layar kecil hitam putih menjadi pusat perhatian, menghadirkan tayangan hiburan, berita, hingga film yang dinanti-nanti. Anak-anak duduk berjejer di lantai, sementara orang dewasa bercengkerama penuh keakraban. Suasana hangat dan penuh tawa tercipta tanpa perlu teknologi canggih.
Permainan tradisional menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sepulang sekolah, anak-anak menghabiskan waktu bermain petak umpet, gobak sodor, kelereng, hingga layang-layang di lapangan terbuka. Tanpa gawai dan internet, interaksi berlangsung secara langsung, membangun persahabatan yang erat dan kenangan yang tak tergantikan.
Kesederhanaan fasilitas tidak mengurangi kebahagiaan yang dirasakan. Justru keterbatasan tersebut memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga. Setiap momen terasa lebih berharga karena dinikmati bersama. Nilai gotong royong dan saling menghargai tumbuh secara alami dalam kehidupan sosial masyarakat.
Seiring perkembangan zaman, televisi berwarna mulai hadir dan perlahan menggantikan televisi hitam putih. Kini, hampir setiap rumah memiliki perangkat elektronik modern, bahkan akses hiburan tersedia melalui ponsel pintar. Perubahan tersebut menjadi bukti kemajuan teknologi yang terus berkembang.
Namun bagi generasi 84, kenangan masa kecil tanpa televisi berwarna tetap menjadi cerita manis yang membekas di hati. Masa itu mengajarkan arti kebersamaan, kesederhanaan, dan kebahagiaan yang lahir dari hal-hal sederhana. Nostalgia tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidup yang patut dikenang sepanjang masa.
Reporter : Ihwan
