www.iimf.biz.id - Fenomena sosial di akhir zaman telah banyak disinggung oleh Rasulullah melalui hadis-hadis beliau.Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah kondisi sebagian istri yang banyak melakukan kedurhakaan kepada suaminya. Peringatan ini bukan untuk merendahkan perempuan, melainkan sebagai nasihat agar rumah tangga tetap berada dalam ridha Allah SWT.
Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah bersabda bahwa beliau melihat kebanyakan penghuni neraka adalah perempuan. Ketika para sahabat bertanya sebabnya, Rasulullah menjelaskan bahwa di antara penyebabnya adalah karena mereka kufur terhadap suami, yaitu mengingkari kebaikan dan jasa suaminya. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri bisa hidup bertahun-tahun bersama suaminya, menerima nafkah, perlindungan, dan kasih sayang. Namun ketika suami melakukan satu kesalahan kecil, sang istri berkata, “Aku tidak pernah melihat kebaikan sedikit pun darimu.” Sikap inilah yang disebut sebagai kufur nikmat, yakni mengingkari kebaikan yang telah diterima.
Di akhir zaman, bentuk kedurhakaan kepada suami dapat bermacam-macam. Mulai dari membangkang perintah suami yang tidak melanggar syariat, meremehkan peran suami, berkata kasar, membuka aib rumah tangga, hingga lebih mengutamakan dunia dan gengsi daripada keharmonisan keluarga. Semua ini menjadi tanda melemahnya iman dan akhlak dalam kehidupan rumah tangga.
Padahal, Islam menempatkan suami sebagai pemimpin dalam keluarga, dan istri sebagai pendamping yang mulia. Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila seorang istri mengerjakan shalat lima waktunya, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: masuklah ke surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” (HR. Ahmad).
Namun demikian, Islam juga menegaskan bahwa ketaatan istri kepada suami bukan ketaatan mutlak. Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat. Jika suami memerintahkan hal yang bertentangan dengan ajaran Allah, maka istri wajib menolaknya dengan cara yang baik dan penuh hikmah.
Peringatan Rasulullah ini sejatinya menjadi bahan muhasabah bagi semua pihak, baik istri maupun suami. Istri diingatkan untuk menjaga adab, rasa syukur, dan ketaatan, sementara suami juga dituntut untuk berlaku adil, lembut, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, rumah tangga akan menjadi ladang ibadah dan jalan menuju surga, bukan sebaliknya.
Semoga kaum muslimah di akhir zaman senantiasa diberi kekuatan iman, kelembutan hati, dan kesadaran untuk menjaga kehormatan rumah tangga sesuai tuntunan Rasulullah.
Red
